Cover-Club-History
titre-rever

Paris Saint-Germain lahir pada 12 Agustus 1970, gabungan dari klub Paris FC – hadir setahun lebih awal untuk mengisi kekosangan tidak adanya klub ibu kota yang berlaga di kompetisi papan atas – dan Stade Sangermanois, didirikan pada 1904 di Saint-Germain-en-Laye, kota kelahiran Louis XIV.

Sejarah

Berkat dukungan dari media ibu kota dan 20 ribu pelanggan, masyarakat setempat sejak awal, Paris akhirnya memiliki tim sepak bola yang mulai berlaga pada tahun 1973, ketika perancang busana Daniel Hechter mengambil alih klub tersebut dan merancang jersey klasiknya. Dilatih oleh legenda sepak bola Prancis Just Fontaine, PSG memenangkan promosi ke divisi satu setahun kemudian dan perlahan mulai menarik bintang pertama Les Rouge et Bleu seperti Mustapha Dahleb dan Carlos Bianchi.

Pada tahun 1978, Daniel Hechter menyerahkan kendali klub tersebut kepada Francis Borelli, di bawah polesannnya Les Rouge et Bleu memenangkan trofi pertama mereka: Piala Prancis pada 1982 dan 1983 dan liga pada 1986, dalam satu dekade yang ditandai oleh pemain seperti Safet Susic, Luis Fernandez, dan Dominique Rocheteau.

Sejarah

Canal + mengambil alih klub pada tahun 1991, dan mendorong PSG ke garis depan pertandingan Eropa. Antara tahun 1993 dan 1997, klub dari ibu kota Prancis mencapa lima semifinal Eropa berturut-turut. Dipimpin oleh ikon sepakbola, antara lain David Ginola, George Weah dan Valdo, PSG memenangkan gelar liga kedua pada tahun 1994, dua tahun sebelum mengangkat Piala Winners.

Trofi Eropa adalah momen puncak dari generasi ini, diisi barisan pemain Rai, Bernard Lama, Alain Roche, Paul Le Guen, Daniel Bravo, Vincent Guérin, Youri Djorkaeff dan Bruno Ngotty, pencetak gol di final melawan Rapid Vienna, di Brussels.

Sejarah

Pada awal abad ke-21, ada bintang baru ... tapi terlepas dari keajaiban Ronaldinho dan gol Pedro Pauleta (109 gol), PSG berjuang untuk kembali mencapai posisi teratas. Sebelum mengubah kondisi pada 2011, dengan kedatangan pemilik baru, Qatar Sports Investments serta Chairman dan CEO Nasser Al-Khelaïfi. Mereka membentuk sebuah proyek yang sangat ambisius, dipimpin oleh Zlatan Ibrahimovic, pencetak gol terbanyak sepanjang masa di klub tersebut (156 gol antara 2012 dan 2016) dan hari ini, oleh Edinson Cavani dan Marco Verratti. Sebuah proyek yang memiliki satu tujuan: membawa Paris Saint-Germain ke puncak pertandingan Eropa, setelah mengubah Les Rouge et Bleu menjadi klub Prancis paling sukses sepanjang sejarah, dengan 32 trofi, termasuk 14 sejak kedatangan QSI.

Paris Saint-Germain, juga termasuk PSG Bola Tangan (10 gelar nasional sejak 2012) dan tim sepakbola wanita, dua kali finalis Liga Champions Wanita UEFA.

Sepakbola, bola tangan, dan tim wanita; tiga lini prfesional yang semuanya berjuang di puncak olahraga Eropa dan menjadi contoh motto Paris Saint Germain: Bermimpi Lebih Besar…

stats