Cover-Club-Identity
ville-lumiere

P-A-R-I-S.
Lima huruf yang bergaung di seluruh dunia. Secara historis tak dapat dibandingkan, dengan kultur unik, Kota Cahaya juga bersinar di dunia olahraga lewat warna merah dan biru.

Sejak 1970, magis Parisian telah menjadi pemasok teratur di barat ibu kota Prancis, di Parc des Princes. Hanya dalam beberapa dekade, Paris Saint-Germain telah menjadi tolok ukur dalam olahraga Prancis. Selama berdiri sepanjang 41 tahun, klub yang dijuluki 'Made in Paris' telah memenangkan 17 trofi nasional dan satu Piala Eropa (1995-96).

Telah menjadi pengusung standar, institusi ini melejit ke atas pada 2011 saat Qatar Sports Investments mengambil alih. Sebuah era baru telah dimulai, dan dengan itu, hadir kesuksesan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

PARIS SAINT-GERMAIN

Fakta tidak bisa dimungkiri: Paris telah memantapkan dirinya sebagai kota global dalam semua aspek. Keanggunan dan rasa hormat adalah bagian dari struktur kota, dan atribut ini juga jelas dalam duta besarnya yang mengenakan seragam Rouge-et-Bleu dalam tiga tim berbeda.

PARIS SAINT-GERMAIN

Sepakbola pria, sepakbola wanita, dan bola tangan: satu lencana menyatukan semua bersama, membentuk mereka menjadi kekuatan pendorong di belakang sebuah megaproyek.

inter-titre

Pada era globalisasi, Paris Saint-Germain v2.0 berusaha menjadi multidisiplin dan interdisipliner untuk mengintensifkan dampaknya. Ini unik di Prancis: lambang klub dibuat menjadi merek global, didorong oleh VIP (Very Important Parisiens) seperti Beckham, Shirley Cruz, dan Karabatic. Pertaruhan terbayar dengan cara yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Klub ibu kota, dengan profil internasional yang semakin meningkat, berselancar di gelombang ini untuk memanfaatkannya. Misinya jelas - gelar juara - dan lemari piala akan membuktikan kesuksesannya. Pada Mei 2017, tim pria merebut gelar ke-15 mereka dalam waktu enam tahun! Paris Untouchable '- Thiago Silva, Maxwell, dan Pastore - membawa Paris ke daftar teratas klub paling sukses di Prancis.

Enam tahun berjalan...

Pada 2015-2016, 'Dream Team' Paris membantu dirinya meraih kesuksesan mengamankan empat trofi dalam semusim untuk kali kedua secara beruntun- sebuah performa yang belum pernah ada sebelumnya di lima liga top Eropa. Dan pandangan ke kompetisi Eropa masuk daftar teratas prioritas klub, dengan trofi Liga Champions - Piala Suci untuk semua Parisans - target utama bagi siapa saja yang mengenakan seragam merah dan biru Paris .

Rasa haus akan gelar juara ini sangat jelas dan teraba setiap saat dan di setiap cabang klub. Tim wanita telah hampir mewujudkan impian Eropa mereka dalam dua kesempatan, mencapai final Liga Champions pada 2015 dan 2017. Di lapangan, dengan tujuh lawan tujuh, ini adalah cerita yang sama: tim Bola Tangan Paris Saint-Germain yang menjadi raja di kancah domestik ingin meneruskan dominasi di kompetisi paling bergengsi.

Enam tahun berjalan...

Para ahli Paris Saint-Germain tahu apa yang perlu dilakukan: mereka harus mencapai Cologne - rumah spiritual olahraga ini - di mana Final4 Velux EHF Liga Champions menentukan juara musim ini. Kini, setelah mereka mengenal lingkungan sekitarnya, mereka ingin menerbangkan tinggi warna Paris pada musim depan.

Enam tahun berjalan...

Ya, itu Paris: juara hebat di lapangan didorong oleh gairah yang selalu menyala. Dan angka-angka itu mendukungnya: fenomena ini semakin populer, pertama-tama di tribun, di mana Parc des Princes menawarkan lebih dari 30.000 pemegang tiket musiman per musim.

Di luar penggemar loyal, kandang Paris menawarkan tingkat kehadiran 96 persen -cukup menjadi tolok ukur. On line, Paris Saint-Germain juga dalam masa booming, dengan puluhan juta penggemar (42 juta pada bulan Juni 2017, misalnya), mengukir sebuah tempat di antara sepuluh besar waralaba olahraga dunia! Dengan 95 persen pembaca situs klub berasal dari komunitas di luar Prancis (tepat sebelum awal musim 2017-2018) Paris telah pindah ke rumah global dengan kehadiran di seluruh dunia.

Pada musim semi tahun 2017, KPMG dan Brand Finance menilai perusahaan dan mereknya seharga satu miliar dolar, menunjukkan bahwa di atas omzet dan pendapatan yang naik, dinamika yang kuat telah bertahan untuk jangka panjang.

Identitas Pt3

Penilaian ini terkait erat dengan pengetahuan Klub, terutama dalam hal pengembangan anak muda. Klub selalu berusaha untuk mengintegrasikan bakat mudanya ke tim senior, dengan sosok seperti Mamadou Sakho pada masa lalu dan Adrien Rabiot pada saat ini menjadi contoh yang bersinar. Tak diragukan lagi, bintang masa depan akan muncul dari akademi muda klub, yang sangat terlibat di wilayah Paris dann menyadari perannya dalam hal kemajuan sosial.

Identitas Pt3

Di jantung keluarga Paris Saint-Germain, Yayasan adalah perwujudan dari panggilan kesadaran sosial ini, yang ingin melangkah lebih jauh melalui kegiatan olahraga dan pengajarannya. Dipimpin oleh Nasser Al-Khelaifi, Yayasan telah melihat anggaran mereka dinaikkan tiga kali dan programnya membantu lebih dari 10 ribu anak setiap tahunnya. Inisiatif terakhir mereka: Sekolah Red & Blue yang pertama, di arondisemen XIX, menawarkan kurikulum pendidikan yang inovatif yang bertujuan membimbing anak-anak berusia antara tujuh dan 11 tahun menuju kesuksesan.

Paris: sebuah klub yang menjadi penuntun jalan, bertanggung jawab, dan terlibat berdedikasi untuk membantu anak-anak menemukan panggilan mereka dan mengatasi rintangan. Paris dengan kelahiran atau pilihan, Prancis atau asing, dari Timur atau Barat, satu karakteristik tunggal mengikat kami semua: gairah. Perasaan yang berdetak kencang di dada kami selama 365 hari dalam setahun.